Sunday, October 30, 2016

Terlalu asyik

Sudah hampir setahun semenjak anak-anak (dan abinya) mendarat di Inggris dan semenjak itu pula hidup saya 'penuh' dengan mereka. Jangan ditanya nilai-nilai (kuliah) saya, sangat jauh dari harapan... -_-"

Hidup di negeri orang pastinya jauh berbeda dengan hidup di kampung sendiri. Tidak hanya bahasa, tapi juga kebiasaan, makanan, suhu dan cuaca. Tak hanya itu, rutinitas sebagai ibu bekerja yang biasa pergi pagi pulang malam juga berubah drastis menjadi ibu rumah tangga yang nyambi jadi mahasiswa.

Tentunya saya sangat menikmati segala perubahan itu. Dapur yang dulu saya kunjungi hanya ketika weekend, sekarang hampir setiap saat saya selalu ada dan beraktivitas di dapur. Memasak menjadi keharusan dan sekaligus hobi baru. Cuaca yang dingin membuat perut selalu lapar dan waktu luang yang banyak (dan juga ke'hangat'an dapur ditengah suhu dibawah 10 derjat) membuat aktivitas memasak menjadi menyenangkan. Mencoba resep baru atau resep lama dengan bumbu yang 'seadanya' (baca: tersedia -soalnya rada susah nyari bumbu segar disini) menjadi rutinitas baru.

Antar-jemput sekolah anak juga menjadi rutinitas menyenangkan lainnya. Sungguh merupakan keistimewaan yang luar biasa ketika saya sempat (bahkan setiap hari) mengantarkan anak-anak ke sekolah, melepas mereka bermain dan menuntut ilmu. Ritual cium tangan dan peluk cium sebelum berpisah menjadi kebahagiaan dan kenikmatan tersendiri yang tak akan bisa saya lakukan ketika nanti balik ke Indonesia. Maka tiap pelukan dan kecupan selalu saya lakukan dengan sepenuh hati.

Aktivitas lain yang juga saya nikmati adalah shalat berjamaah dan 'obrolan' antara magrib dan isya. Di Indonesia saya biasa tiba di rumah sekitar jam 7 malam dengan kondisi letih penuh asap dan keringat. Nyampe rumah udah sisa-sisa tenaga. Tak pernah sempat shalat bersama anak-anak. Di sini, di masa ketika kuliah 'cuma' dari jam 9 sampe jam 3 atau 4 sore (itu pun ga tiap hari) dan jarak rumah-kampus cuma (paling lama) 30 menit jalan kaki (bisa lebih cepat lagi kalo naik sepeda), waktu luang bersama anak-anak berasa berlimpah. Tiap pagi ketika nganter sekolah bisa ngobrol, pun ketika sepulang sekolah di sepanjang jalan juga bisa nanya tadi ngapain aja dan mereka pun cerita segala macam. Sampai di rumah selalu kelaparan, biasanya saya buatkan 'cemilan berat' seperti pizza bikinna sendiri, bakwan, ubi goreng hangat, donat, kentang goreng, cake, dan lain-lain. Setelah itu shalat magrib, ngaji, trus shalat isya. Sebelum abinya dapat kerjaan, kami (hampir) selalu shalat bersama. Agak berat ternyata 'mengawal' tilawah dan hafalan anak-anak kalo diurus sendiri sebab sayanya juga ga disiplin. Nanti (kalo inget) akan saya ceritakan lain waktu.

Begitulah rutinitas saya sekarang yang menyebabkan saya 'lalai'. Lalai belajar, lalai menulis, lalai membaca... lalai semuanya. Saya terlalu asyik menikmati kebahagiaan langka ini...

Sekian dulu curcol dan 'pembenaran' kali ini. Mohon maklum dan terima kasih :D

Monday, May 30, 2016

Ke kampus umi

Ini kumpulan foto anak-anak yang saya ajak jalan-jalan ke kampus pas baru datang.

Di Cafe Library
Di lobby perpus

Ci luk baaa...!

Salah satu taman samping The Cafe Deli

Samping Alcuin Building

Taman dekat Alcuin Building
Pertama kali naik bus tingkat
Langsung pilih di atas paling depan

Welcome my love

Akhir Sepember 2015, saya berangkat meninggalkan orang-orang yang saya cintai. Suami, keempat bidadari, orang tua, sanak keluarga... Berpisah 15 ribu kilometer dari mereka sungguh berat untuk saya. Ini pertama kalinya saya bertualang sejauh dan selama ini...

Semenjak awal, sedari berniat ingin menimba ilmu di negeri seberang, saya sudah bertekad untuk membawa serta bidadari-bidadari tercinta. Mereka jualah sesungguhnya yang membuat saya berani melangkah, langkah yang teramat jauh ini. Mereka tak boleh tinggal lama.

Sebelum berangkat, saya dan suami akhirnya memutuskan mereka harus berangkat sesegera mungkin. 12 November adalah deadline pengajuan visa, sebab setelah tanggal itu aturan yang baru akan diberlakukan. Aturan yang membuat perjuangan untuk bersama akan menjadi semakin sulit (terutama karena ada tambahan deposit hingga hampir dua kali lipat dari yang sebelumnya), maka kamipun berusaha agar visa bisa keluar sebelum tanggal itu.

Mengurus visa tidak sulit sebenarnya, hanya saja aturan yang diterbitkan oleh negara tujuan membuat kita berhati-hati agar jangan sampai gagal (kalo gagal, untuk apply ulang membutuhkan biaya yang tidak sedikit). Ngisi form online juga tidak boleh sembarangan, karena negara maju punya basis data yang kuat. Salah input (apalagi sengaja) akan berbuntut panjang.

Submit berkas visa ke VFS center di Kuningan City
Setelah berkali-kali mengecek kelengkapan isian form, kadang agak ragu dengan isian (karena kurang paham atau takut salah mengerti data yang diminta), akhirnya submit juga. Untuk mengantisipasi deadline 12 November, kami mengusahakan agar visa sudah keluar sebelum tanggal itu (meskipun diaturan disebutkan tanggal itu adalah batas submit aplikasi) dengan meminta jalur "priority" (3 hari jadi). Alhamdulillah 10 November visa suami dan anak-anak granted.

5 Desember 2015, setelah segala tetek bengek, letih peluh dan air mata, alhamdulillah mereka selamat mendarat di Manchester Airport pukul 7 pagi waktu Inggris. Tak terlukiskan betapa bahagianya saya bisa memeluk mereka. Alhamdulillah ya Allah...

Baru nyampe di Manchester Airport, jaket dan syal udah saya siapin karena cuaca dingin banget
Di kereta dari Manchester menuju York


Friday, March 18, 2016

(Masih) Tentang Essay

Setelah sebelumnya saya cerita tentang practise essay, kali ini saya pengen cerita tentang (nasib) essays saya, the real version. Maksudnya yang bener-bener dinilai dan menjadi penentu saya lulus atau tidak di term ini.

Essay pertama, saya disuruh memilih satu dari lima pertanyaan dan menjawabnya dalam 5000 kata. Saya kemudian memutuskan memilih pertanyaan tentang implementasi kebijakan, karena saya suka. Saya sudah menemukan jawabannya dan tinggal menuliskannya. Meski sudah practice sebelumnya, tapi menuliskan ide dalam bahasa inggris sungguh sulit bagi saya. Yang lebih sulit lagi (dan ternyata saya memang banyak salah disini) adalah mereferensikan sesuatu. Ketika kita menukil perkataan seseorang, banyak hal yang perlu diperhatikan. Bagaimana meng-quote langsung, bagaimana menuliskan kembali dengan bahasa sendiri alias paraphrase, dan sebagainya. Sebenernya saya lebih pede dengan essay yang ini, tapi dosen penilai menentukan lain.

Essay kedua, tentang perbandingan antarnegara. Jadi saya disuruh membuat kalkulasi atau suatu perhitungan dengan membandingkan keadaan di beberapa negara dan membuat analisa tentang hal tersebut. Topiknya terserah. Dan ini yang membuat saya galau. Saya ga terlalu suka milih ternyata :D hahaha. Ketika saya disuruh milih, malah terlalu banyak pertimbangan akhirnya susah banget untuk mutusin yang mana yang akan diambil. Finally, setelah minta advise dari seorang teman yang sudah menyelesaikan essaynya jauh hari sebelum due date, 4 hari sebelum deadline saya ambil topik tentang anak. Ga begitu pede dengan essay yang ini sebenernya, apalagi diakhir essay ada hipotesis yang 'perlu penelitian lanjutan' karena saya ga bisa ambil kesimpulan.

Well, surprisingly, ternyata begitu nilai keluar, essay kedua saya nilainya jauh diatas nilai essay pertama. Karena banyak kesalahan di referensing dan bad paraphrasing, dan terutama karena paragraf-paragrafnya kek berdiri sendiri alias ga terintegrasi dan ngga ngalir, saya harus rela dikasih nilai slightly diatas batas 'Pass'. But I am very happy though, yang penting pass lah hahaha :D :D :D

Kecewa? Ga juga sih... 
Ya tentu saja saya pengen dapet nilai lebih tinggi, tapi harus legowo dengan nilai yang dikasih dosen. Ada banyak pelajaran yang semoga saya ga ulangin lagi di assessment berikutnya...

Nasib anak kost... eh maksudnya nasib student :D :)

 

Saturday, November 14, 2015

(Practice) Essay Pertamaku

Di term pertama ini ada practice essay di salah satu mata kuliah yang harus dikumpulkan di week 6. Setengah relax (toh cuma practice doang inih) tapi intimidating juga (karena ini tugas bikin essay pertama). Di satu sisi pengen ga terlalu serius-serius amat, tapi disisi lain ada keinginan untuk perfect juga.

Ngerjain tugas pertama ini benar-benar membuat tegang. Pertanyaannya sebenernya cukup simpel, kita disuruh memilih 1 dari 3 pilihan dan buktikan kenapa itu yang kita pilih. Tapi ya itu, malah jadi susah, karena kita harus membandingkan ketiga-tiganya untuk membuktikan mana yang terbaik. Bahkan sampe sepekan sebelum deadline, saya masih bingung mau milih mana... hahaha... Meski kurang puas dengan hasilnya, alhamdulillah saya berhasil mengunggah hasil akhir sehari sebelum deadline.

Untuk menyelesaikan essay ini, saya harus membaca banyak sekali buku. Dan trus baru sadar bahwa membaca saja saya sulit hehehe... Pertama, keterbatasan perbendaharaan kata (vocabulary). Tiap kali buka buku, kamus oxford juga harus dibuka. Selain bahasanya yang tingkat tinggi, mereka juga banyak sekali menggunakan terminologi baru (yang ga ada di kamus). Hadeeuuuh...

Membaca satu paragraf saja bisa memakan waktu berjam-jam (karena berkali-kali nyari arti kata-kata yang sulit). Pun setelah selesai membaca, masih belum paham juga maksudnya. Akhirnya paragraf yang sama diulang berkali-kali.Waktu tinggal sedikit sementara buku yang harus dibaca masih banyak banget. Ngga (belum) bisa memisahkan mana yang penting/prioritas mana yang ga begitu penting. Akhirnya harus puas dengan bahan yang apa adanya.

Ketika mengerjakan juga sering seperti yang kehabisan ide. Tiap kali habis nulis selalu melihat sudah berapa kata yang dihasilkan. Baru 300... udah 1000... baru 2000... tinggal 500 kata lagi... masih 300 kata lagi... hadeeeeuh...

Kesalahan saya kemarin adalah ga bikin outline. Ya karena masih bingung tadi makanya bingung juga mau bikin outline yang seperti apa. Tapi yang paling utama adalah karena belum banyak baca. Intinya baca, baca, baca. Kalo ngga baca ya gitu, bingung terus. Semakin banyak yang dibaca kan akan semakin tergambar apa yang mau ditulis. Tapi trus balik lagi, membaca saja saya sulit hehehe...

Mungkin juga karena saya agak memaksakan seperti yang dosen mau. Dia membolehkan kami  (misalnya) menjelaskan A, kemudian B, dan terakhir menjelaskan C dan kenapa kita memilih C. Tapi dia juga menyarankan untuk membandingkan masing-masing untuk topik tertentu. Jadi maksudnya, ambil satu topik kemudian banding ketiganya dan jelaskan mengapa C yang paling benar. Pilih lagi topik kedua lalu bandingkan lagi ketiganya, bagaimana argumen A dan B menjadi lemah dan C memberikan teori yang valid. Begitu seterusnya. Setidaknya ada 2 atau 3 topik yang bisa dibandingkan. Nah, saya berusaha membuat essay saya seperti yang diharapkan. Jadinya ya ribet sendiri... hahaha...

Ya, setidaknya jadi tau, pengalaman lah untuk tugas-tugas berikutnya. Berapa waktu yang dibutuhkan untuk menuntaskan essay sekian ribu kata itu, gimana menyiasati kesulitan membaca dan kemudian menuliskannya kembali.

Wish me luck :)


Tentang kuliah di York

Sekarang sudah masuk week 7 autumn term dan saya baru sempet (halah) nulis lagi.

Ohya, mengenai term. Term (week) adalah sebutan untuk waktu (minggu-minggu) perkuliahan. Di UK (dan sepertinya di kebanyakan universitas di luar negeri juga) terdapat 3 term dalam setahun. Autumn Term, Spring Term, dan Summer Term. Khususnya di University of York, tiap term terdiri dari 10 weeks. (So, dari total 52 pekan dalam setahun kita 'hanya' kuliah 30 pekan).

Di week 1 kemarin jadwalnya 'hanya' induction alias orientasi. Jadi kita mahasiswa baru diperkenalkan dengan lingkungan kampus. Tak hanya itu, dipertemuan pertama, kita juga diperkenankan saling kenalan dengan mahasiswa yang mengambil departemen yang sama. Jadi saya setidaknya kenal minimal teman-teman jurusan lain dari Departemen of Social Policy and Social Work (SPSW).

Selain lingkungan kampus, seperti gedung perkuliahan, perpustakaan, dan fasilitas-fasilitas fisik lainnya, kami juga dikenalkan dengan 'aplikasi mahasiswa' yang berisi segala macam informasi terkait perkuliahan. Mulai dari overview modul, bahan slide presentasi dosen tiap pekan yang bisa dilihat bahkan sebelum kelas dimulai, bahan bacaan terkait modul dimaksud (baik buku maupun jurnal yang bisa diakses via perpustakaan atau elektronik/ebook), panduan tugas (assessment/assignment), info dosen terkait, hingga peng-unggah-an tugas (disini semua tugas diunggah di aplikasi tersebut, tidak dikumpulkan ke dosen atau hardcopy. Enak ga usah print dan ngabisin kertas). Saya sangat takjub dengan aplikasi ini. Tiap pekan daftar bahan bacaan sudah tersedia, ga perlu nyari sendiri bacaan terkait karena yang disediakan sudah lebih dari cukup. Meski ada yang harus rebutan buku perpus dengan mahasiswa lain, tapi resourse dalam bentuk elektronik juga melimpah. Tinggal download, trus baca. Itu juga ga habis-habis...

Dalam setiap term, saya dikasih 2 mata kuliah (module). Setiap modul ada lecture (dimana dosennya menjelaskan materi di depan kelas) dan seminar (presentasi mahasiswa). Jadi total sepekan ada 4 kali pertemuan. Di akhir setiap mata kuliah ada tugas, yang kali ini dua-duanya berupa essay (ga ada exam). Essay itu tulisan sekian ribu kata. Kalo exam itu seperti ujian seperti pas di S1, hanya saja dengan jawaban yang lebih panjang lebar.

Sementara itu dulu ya...
Yang lain nanti nyusul ceritanya :)

Sunday, October 18, 2015

Jalan-jalan ke York City Center

Setelah hari pertama keliling kampus, hari berikutnya saya dan teman jalan ke City Center. Jalan beneran, on foot. Sekalian mau ngambil biometric yang lokasinya di kantor pos di tengah kota, sekalian mau meng-explore York (ceileee...). Berbekal peta York yang kami dapat dari Information Center di kampus, kami pun jalan kaki ke city center.

Tampaknya semua kota di UK punya city center. Mungkin semacam alun-alun atau pusat kota kalo di Indonesia. York city center memang seperti pusat perbelanjaan kota York. Tak hanya perbelanjaan, city center juga pusat wisata (karena tempat-tempat wisata paling terkenal di York berada di city center). Selain itu, city center juga tempat (hampir) semua bus berhenti. York memang tak punya bus station, tapi semua bus mampir ke city center.

Berikut beberapa foto yang sempat saya ambil selama perjalanan dari kampus ke city center.




Rumah-rumah disini mirip-mirip bentuknya, bahkan boleh dibilang sama persis. Dindingnya selalu bata merah. Menarik sekali...

Ohya, orang sini juga senang nanem bunga beraneka warna, seperti rumah yang ini...


York dilalui sungai. Ada beberapa jembatan. Ini salah satu jembatan yang unik berada di dekat city center. 


Ada lampu dengan deretan bunga warna-warni di bawahnya (seperti yang terlihat di belakang saya).
Sayang saya ga pinter ngambil foto hehehe...


Kalo yang ini lagi foto di depan castil yang ada di tengah kota, hanya saja belum sempet masuk dan lihat-lihat ke dalamnya.


Ini dia, lokasi pertokoan di city center. 
(Tulisan nama toko terbalik karena saya pake kamera depan hehehe)




Kalo yang ini bus no 66, salah satu bus dengan rute kampus. Di sini puas deh kalo mau naik bus tingkat. Banyak soalnya :D




*maaf, terlalu banyak foto selfienya. Lain kali saya ambil pemandangannya aja deh hehehe

Monday, October 12, 2015

Hari-hari Pertama di York

Tentu saja jalan-jalan... hahaha...

Sabtu nyampe rumah, hari Minggu udah jalan-jalan ke kampus. Kebetulan yang ngajakin mau ke perpustakaan, jadi sekalian diajakin ke beberapa gedung di kampus. Cuacanya dingin banget. Kalo di rumah masih agak mendingan, tapi begitu keluar langsung brrrrr....

Ini salah satu sudut kampus. Gambar diambil dari jembatan penyeberangan yang menuju ke perpustakaan.


Dan ini dia perpustakaan University of York. Ini pintu masuk ke perpus. Sebenernya perpus ada beberapa gedung yang saling tersambung. Yang dibawah ini gedung utamanya.


Ini rak bukunya


Berikut foto-foto beberapa tempat di kampus.

 Di information center

 
 Ini departemen saya ^_^

 
Di salah satu jembatan di kampus.






Wednesday, October 7, 2015

Perjalanan Manchester - York

Tim penjemputan dari kampus sudah menyediakan bus jemputan, sebuah coach. Coach tampaknya adalah sebuah semi-bus, bus tapi ukurannya lebih kecil. Perjalanan Manchester - York ditempuh dalam waktu kurang dari 2 jam. Kami berangkat pukul 15.15 waktu setempat dan tiba di lingkungan kampus pukul 17.00.

 

Saya memilih duduk di bangku paling depan di sebelah kiri supir. Yang menarik perhatian saya, selain pemandangan di luar -tentu saja, adalah supir coach ini. Kalian bisa melihat tempat duduk supir tidak seperti tempat duduk supir di Indonesia. Ada per dibawahnya sehingga bangku bisa naik-turun menyesuaikan dengan kondisi jalan, terlihat sangat nyaman.

Selain itu, tepat di depan setir mobil, ada layar GPS untuk memandu supir selama perjalanan. Saya selalu memperhatikan jalur bus di layar tampak berwarna pink terang. Supir tinggal mengikuti kemana jalur pink di depan itu memandunya. Very interesting, right?

Sepanjang perjalanan banyak lampu merah, tapi tidak pernah macet (hahaha... maklum biasa kena macet di Jakarta :P )

Sepanjang perjalanan, saya terkagum-kagum dengan pemandangannya. Terlihat begitu rapi, bersih, seperti ga ada sampah. Ini beberapa gambar yang sempat saya ambil...



Hampir di sepanjang perjalanan, selalu ada pepohonan di kiri dan kanan jalan. Asri dan hijau. Jarang ketemu daerah perumahan juga, hanya beberapa rumah yang bentuknya hampir sama dengan bata coklat atau merah.


Saya juga menjumpai beberapa danau di sepanjang perjalanan.

  


 Kalian bisa lihat di foto di atas, dipinggir danau hanya ada beberapa rumah saja. Bukitnya juga rapi, bukan? Tidak terlalu banyak pohon, tapi sudah menjadi ladang atau area persawahan. Bukan sawah maksudnya. Saya juga kurang tau mereka menanam apa disana, seperti baru saja panen. Mungkin gandum, mungkin juga jagung. Well... ini musim gugur tentu saja. Masa tanam sudah usai...

Saya juga melihat sapi atau domba yang sedang merumput, Terlihat jelas dari kejauhan. Tidak sempat terfoto, karena saya mengambil foto dari bus yang sedang melaju kencang.

Mohon maaf jika pengambilan gambarnya tidak memuaskan. Maklum belum pernah ikut kelas fotografi hehehe...

My First International Travel (2)

Kemarin sudah cerita mengenai perjalanan saya dari Jakarta ke Dubai. Well... belum nyampe Dubai sih ya :D

Okay,.. Sesaat sebelum landing, pramugari (as I said before) membagikan lagi handuk kecil basah hangat ke semua penumpang (ini tanda juga bahwa pesawat dah mau nyampe). Setelah itu, pramugari mulai ngingetin untuk menegakkan sandaran kursi, ngumpulin sampah-sampah, dan lain-lain. Saya lalu mengganti tampilan tv di depan saya dengan tampilan informasi pesawat.

Maka mendaratlah saya di Dubai. Turun melalui pintu belakang pesawat, di bawah tangga sudah menunggu bus tanpa kursi yang akan mengantar penumpang ke terminal.

Bandara Dubai gede banget. Bus yang mengantar kami melewati bagian pinggir bandara. Saya berharap dapat melihat gedung-gedung yang tinggi dan mewah kebanggaan Dubai seperti gambar di bawah ini, tapi apa daya ga bisa liat apa-apa :D


Ada sekitar 10-15 menit bus berjalan mengantar kami ke terminal. Turun dari bus, masuk ke terminal, ada layar besar yang berisi info penerbangan, di gate mana kami harus menunggu untuk penerbangan selanjutnya (ke Manchester). Kami pun mencari gate B21. 

Ada 50-an gate hanya untuk kode B (B1 hingga B50). Ada A, C, D juga, saya ga perhatiin sampe huruf apa. Ya... semoga bisa menggambarkan betapa besarnya bandara Dubai ini... :D

Ga terlalu susah nyari gate-nya. Sign board dengan tanda panah ada dimana-mana.

Ohya, ga usah bingung ya kalo nemu toilet atau keran air yang ga ada tuas atau tombol atau puterannya. Banyak keran yang nyala sendiri ketika kita meletakkan tangan di bawahnya atau toilet yang menyiram sendiri. Mereka menggunakan sensor :D

Begitu menemukan ruang tunggu, kami pun duduk. Saya berusaha menghubungi suami dan keluarga di Jakarta untuk mengabarkan kalo saya sudah sampai di Dubai. Meski udah ngisi pulsa 200rb lebih, tapi cuma bisa dipake nelpon beberapa menit, trus pulsa abis :D 
Teman-teman cowok saya mencoba melakukan setting ini-itu untuk panggilan internasional, tapi saya ga cukup sabar untuk itu. Biarin deh abis pulsa, yang penting orang rumah dah tenang saya dah nyampe... hehehe...

Next, speaker mulai mengumumkan section-section mana aja yang dipanggil untuk naik pesawat terlebih dahulu. Dan section saya dipanggil terakhir (entah karena kami ga denger waktu dipanggil, atau memang belum... ga tau hehehe). Jangan khawatir bakalan ditinggal karena ga dipanggil, karena panggilan terakhir adalah untuk 'sapu bersih'. Ya buat yang tadi ga denger atau telat dateng hahaha...

Naik pesawat, nyari tempat duduk, seperti penerbangan sebelumnya di tempat duduk sudah disediakan bantal kecil, selimut dan headset. Tak lama pesawat pun take-off.

Cerita perjalanan hampir sama seperti yang sebelumnya. Setelah take-off pramugari membagikan handuk kecil basah dingin (kali ini dingin karena suhu diluar ketika itu panas). Makan dua kali (kali ini saya nyobain menu mediteranian, salah satunya salad yang berisi buah zaitun yang bentuknya seperti anggur tapi rasanya asem pahit kecut ga jelas hehehe, keju warna oren yang ga berani saya coba, termasuk mayones yang dari baunya juga saya ga berani nyoba hahaha). Ada juga crackers dengan sambel (yang ketika saya coba asem bukan main) dan cokelat (yang ga saya makan, cuman dimasukin ke saku buat dimakan nanti). Ditawarin teh (saya minta tanpa susu, hanya gula) yang ternyata rasanya pahit banget (jauh lebih enak teh celup lah pokoknya -apalagi teh tubruk hehehe).

Mencoba tidur meski ga bisa (entah karena dingin atau posisi duduk yang kurang nyaman). Sekali lagi saya sangat merekomendasikan pake baju hangat double dan bantal duduk (yang bentuknya 'U' dipake di leher).

Alhamdulillah, meski jadwal penerbangan baru akan sampai 11.55 waktu setempat, kami sudah landing pukul 11.45. 

Bandara Manchester tak sebesar Dubai tentunya. Bahkan sangat kecil, jika dibanding Dubai atau Soetta. Meski begitu, jalan turun dari pesawat hingga masuk ke terminal cukup jauh juga.

Ohya, ada form yang diberikan pramugari menjelang turun pesawat yang harus diisi. Meski ternyata ketika hendak masuk ke bagian imigrasi form ini disediakan lagi. Form ini berisi data diri yang nanti diberikan kepada petugas imigrasi.

Antrian di bagian imigrasi puanjang buanget. Antrian khusus students. Kami disuruh nyiapin form yang tadi disuruh isi, passport, dan CAS (tertulis juga di banner yang ada di tempat itu). Ketika tiba waktunya menuju loket, si petugas hanya meminta saya menempelkan ibu jari dan jari telunjuk di alat perekam untuk mengambil sidik jari saya, and done. Beberapa orang sempet diajak ngobrol dulu (baca: diinterogasi alias ditanya-tanya) sama petugas, seperti mau kemana, ngapain, ambil program apa, berapa lama, de el el.

Selanjutnya tentunya ngambil koper bagasi. Ga terlalu lama, koper ungu saya pun lewat. Kami bertiga pun beranjak keluar.

Seperti yang sudah diperkirakan, di luar sudah ada tim penjemputan dari University of York, para panitia dengan baju kaos berwarna kuning terang. Karena kami sudah booking penjemputan via web kampus, kami tinggal setor nama dan mereka tinggal cocokkan dengan list nama yang mereka pegang. Kami pun dipandu oleh salah seorang panitia ke sebuah tempat di salah satu sudut bandara tempat panitia lain sudah menunggu. Disediakan minuman dan permen/cokelat, juga kertas stiker berwarna yang ditempel di koper untuk memudahkan pengambilan koper nantinya.

Sekitar pukul 3 sore waktu setempat saya naik bus yang sudah disediakan panitia. Sempat foto di depan bandara selagi menunggu.

Well, cukup untuk perjalanan hingga Manchester ya. Perjalanan Manchester - York akan kembali setelah yang satu ini ^_^