Showing posts with label Traveling. Show all posts
Showing posts with label Traveling. Show all posts

Sunday, October 18, 2015

Jalan-jalan ke York City Center

Setelah hari pertama keliling kampus, hari berikutnya saya dan teman jalan ke City Center. Jalan beneran, on foot. Sekalian mau ngambil biometric yang lokasinya di kantor pos di tengah kota, sekalian mau meng-explore York (ceileee...). Berbekal peta York yang kami dapat dari Information Center di kampus, kami pun jalan kaki ke city center.

Tampaknya semua kota di UK punya city center. Mungkin semacam alun-alun atau pusat kota kalo di Indonesia. York city center memang seperti pusat perbelanjaan kota York. Tak hanya perbelanjaan, city center juga pusat wisata (karena tempat-tempat wisata paling terkenal di York berada di city center). Selain itu, city center juga tempat (hampir) semua bus berhenti. York memang tak punya bus station, tapi semua bus mampir ke city center.

Berikut beberapa foto yang sempat saya ambil selama perjalanan dari kampus ke city center.




Rumah-rumah disini mirip-mirip bentuknya, bahkan boleh dibilang sama persis. Dindingnya selalu bata merah. Menarik sekali...

Ohya, orang sini juga senang nanem bunga beraneka warna, seperti rumah yang ini...


York dilalui sungai. Ada beberapa jembatan. Ini salah satu jembatan yang unik berada di dekat city center. 


Ada lampu dengan deretan bunga warna-warni di bawahnya (seperti yang terlihat di belakang saya).
Sayang saya ga pinter ngambil foto hehehe...


Kalo yang ini lagi foto di depan castil yang ada di tengah kota, hanya saja belum sempet masuk dan lihat-lihat ke dalamnya.


Ini dia, lokasi pertokoan di city center. 
(Tulisan nama toko terbalik karena saya pake kamera depan hehehe)




Kalo yang ini bus no 66, salah satu bus dengan rute kampus. Di sini puas deh kalo mau naik bus tingkat. Banyak soalnya :D




*maaf, terlalu banyak foto selfienya. Lain kali saya ambil pemandangannya aja deh hehehe

Wednesday, October 7, 2015

Perjalanan Manchester - York

Tim penjemputan dari kampus sudah menyediakan bus jemputan, sebuah coach. Coach tampaknya adalah sebuah semi-bus, bus tapi ukurannya lebih kecil. Perjalanan Manchester - York ditempuh dalam waktu kurang dari 2 jam. Kami berangkat pukul 15.15 waktu setempat dan tiba di lingkungan kampus pukul 17.00.

 

Saya memilih duduk di bangku paling depan di sebelah kiri supir. Yang menarik perhatian saya, selain pemandangan di luar -tentu saja, adalah supir coach ini. Kalian bisa melihat tempat duduk supir tidak seperti tempat duduk supir di Indonesia. Ada per dibawahnya sehingga bangku bisa naik-turun menyesuaikan dengan kondisi jalan, terlihat sangat nyaman.

Selain itu, tepat di depan setir mobil, ada layar GPS untuk memandu supir selama perjalanan. Saya selalu memperhatikan jalur bus di layar tampak berwarna pink terang. Supir tinggal mengikuti kemana jalur pink di depan itu memandunya. Very interesting, right?

Sepanjang perjalanan banyak lampu merah, tapi tidak pernah macet (hahaha... maklum biasa kena macet di Jakarta :P )

Sepanjang perjalanan, saya terkagum-kagum dengan pemandangannya. Terlihat begitu rapi, bersih, seperti ga ada sampah. Ini beberapa gambar yang sempat saya ambil...



Hampir di sepanjang perjalanan, selalu ada pepohonan di kiri dan kanan jalan. Asri dan hijau. Jarang ketemu daerah perumahan juga, hanya beberapa rumah yang bentuknya hampir sama dengan bata coklat atau merah.


Saya juga menjumpai beberapa danau di sepanjang perjalanan.

  


 Kalian bisa lihat di foto di atas, dipinggir danau hanya ada beberapa rumah saja. Bukitnya juga rapi, bukan? Tidak terlalu banyak pohon, tapi sudah menjadi ladang atau area persawahan. Bukan sawah maksudnya. Saya juga kurang tau mereka menanam apa disana, seperti baru saja panen. Mungkin gandum, mungkin juga jagung. Well... ini musim gugur tentu saja. Masa tanam sudah usai...

Saya juga melihat sapi atau domba yang sedang merumput, Terlihat jelas dari kejauhan. Tidak sempat terfoto, karena saya mengambil foto dari bus yang sedang melaju kencang.

Mohon maaf jika pengambilan gambarnya tidak memuaskan. Maklum belum pernah ikut kelas fotografi hehehe...

My First International Travel (2)

Kemarin sudah cerita mengenai perjalanan saya dari Jakarta ke Dubai. Well... belum nyampe Dubai sih ya :D

Okay,.. Sesaat sebelum landing, pramugari (as I said before) membagikan lagi handuk kecil basah hangat ke semua penumpang (ini tanda juga bahwa pesawat dah mau nyampe). Setelah itu, pramugari mulai ngingetin untuk menegakkan sandaran kursi, ngumpulin sampah-sampah, dan lain-lain. Saya lalu mengganti tampilan tv di depan saya dengan tampilan informasi pesawat.

Maka mendaratlah saya di Dubai. Turun melalui pintu belakang pesawat, di bawah tangga sudah menunggu bus tanpa kursi yang akan mengantar penumpang ke terminal.

Bandara Dubai gede banget. Bus yang mengantar kami melewati bagian pinggir bandara. Saya berharap dapat melihat gedung-gedung yang tinggi dan mewah kebanggaan Dubai seperti gambar di bawah ini, tapi apa daya ga bisa liat apa-apa :D


Ada sekitar 10-15 menit bus berjalan mengantar kami ke terminal. Turun dari bus, masuk ke terminal, ada layar besar yang berisi info penerbangan, di gate mana kami harus menunggu untuk penerbangan selanjutnya (ke Manchester). Kami pun mencari gate B21. 

Ada 50-an gate hanya untuk kode B (B1 hingga B50). Ada A, C, D juga, saya ga perhatiin sampe huruf apa. Ya... semoga bisa menggambarkan betapa besarnya bandara Dubai ini... :D

Ga terlalu susah nyari gate-nya. Sign board dengan tanda panah ada dimana-mana.

Ohya, ga usah bingung ya kalo nemu toilet atau keran air yang ga ada tuas atau tombol atau puterannya. Banyak keran yang nyala sendiri ketika kita meletakkan tangan di bawahnya atau toilet yang menyiram sendiri. Mereka menggunakan sensor :D

Begitu menemukan ruang tunggu, kami pun duduk. Saya berusaha menghubungi suami dan keluarga di Jakarta untuk mengabarkan kalo saya sudah sampai di Dubai. Meski udah ngisi pulsa 200rb lebih, tapi cuma bisa dipake nelpon beberapa menit, trus pulsa abis :D 
Teman-teman cowok saya mencoba melakukan setting ini-itu untuk panggilan internasional, tapi saya ga cukup sabar untuk itu. Biarin deh abis pulsa, yang penting orang rumah dah tenang saya dah nyampe... hehehe...

Next, speaker mulai mengumumkan section-section mana aja yang dipanggil untuk naik pesawat terlebih dahulu. Dan section saya dipanggil terakhir (entah karena kami ga denger waktu dipanggil, atau memang belum... ga tau hehehe). Jangan khawatir bakalan ditinggal karena ga dipanggil, karena panggilan terakhir adalah untuk 'sapu bersih'. Ya buat yang tadi ga denger atau telat dateng hahaha...

Naik pesawat, nyari tempat duduk, seperti penerbangan sebelumnya di tempat duduk sudah disediakan bantal kecil, selimut dan headset. Tak lama pesawat pun take-off.

Cerita perjalanan hampir sama seperti yang sebelumnya. Setelah take-off pramugari membagikan handuk kecil basah dingin (kali ini dingin karena suhu diluar ketika itu panas). Makan dua kali (kali ini saya nyobain menu mediteranian, salah satunya salad yang berisi buah zaitun yang bentuknya seperti anggur tapi rasanya asem pahit kecut ga jelas hehehe, keju warna oren yang ga berani saya coba, termasuk mayones yang dari baunya juga saya ga berani nyoba hahaha). Ada juga crackers dengan sambel (yang ketika saya coba asem bukan main) dan cokelat (yang ga saya makan, cuman dimasukin ke saku buat dimakan nanti). Ditawarin teh (saya minta tanpa susu, hanya gula) yang ternyata rasanya pahit banget (jauh lebih enak teh celup lah pokoknya -apalagi teh tubruk hehehe).

Mencoba tidur meski ga bisa (entah karena dingin atau posisi duduk yang kurang nyaman). Sekali lagi saya sangat merekomendasikan pake baju hangat double dan bantal duduk (yang bentuknya 'U' dipake di leher).

Alhamdulillah, meski jadwal penerbangan baru akan sampai 11.55 waktu setempat, kami sudah landing pukul 11.45. 

Bandara Manchester tak sebesar Dubai tentunya. Bahkan sangat kecil, jika dibanding Dubai atau Soetta. Meski begitu, jalan turun dari pesawat hingga masuk ke terminal cukup jauh juga.

Ohya, ada form yang diberikan pramugari menjelang turun pesawat yang harus diisi. Meski ternyata ketika hendak masuk ke bagian imigrasi form ini disediakan lagi. Form ini berisi data diri yang nanti diberikan kepada petugas imigrasi.

Antrian di bagian imigrasi puanjang buanget. Antrian khusus students. Kami disuruh nyiapin form yang tadi disuruh isi, passport, dan CAS (tertulis juga di banner yang ada di tempat itu). Ketika tiba waktunya menuju loket, si petugas hanya meminta saya menempelkan ibu jari dan jari telunjuk di alat perekam untuk mengambil sidik jari saya, and done. Beberapa orang sempet diajak ngobrol dulu (baca: diinterogasi alias ditanya-tanya) sama petugas, seperti mau kemana, ngapain, ambil program apa, berapa lama, de el el.

Selanjutnya tentunya ngambil koper bagasi. Ga terlalu lama, koper ungu saya pun lewat. Kami bertiga pun beranjak keluar.

Seperti yang sudah diperkirakan, di luar sudah ada tim penjemputan dari University of York, para panitia dengan baju kaos berwarna kuning terang. Karena kami sudah booking penjemputan via web kampus, kami tinggal setor nama dan mereka tinggal cocokkan dengan list nama yang mereka pegang. Kami pun dipandu oleh salah seorang panitia ke sebuah tempat di salah satu sudut bandara tempat panitia lain sudah menunggu. Disediakan minuman dan permen/cokelat, juga kertas stiker berwarna yang ditempel di koper untuk memudahkan pengambilan koper nantinya.

Sekitar pukul 3 sore waktu setempat saya naik bus yang sudah disediakan panitia. Sempat foto di depan bandara selagi menunggu.

Well, cukup untuk perjalanan hingga Manchester ya. Perjalanan Manchester - York akan kembali setelah yang satu ini ^_^






Wednesday, September 30, 2015

My First International Travel (1)

Alhamdulillah akhirnya bisa mulai nulis lagi...

Sangat banyak yang sudah terjadi sepekan terakhir. Hari-hari paling mengaduk emosi. Nanti mungkin akan saya ceritakan masa-masa galau itu :D
Tapi sekarang (sebelum lupa detail-detailnya), baiknya saya share dulu cerita perjalanan internasional pertama saya.

Jumat siang, 25 September 2015

Saya masih sibuk dengan bongkar-susun-bongkar-susun koper. Ada aja yang rasanya belum dimasukkan, ada juga yang -ketika dilihat-lihat lagi- harusnya ga perlu-perlu amat untuk dibawa nyebrang lautan. (tentunya karena kapasitas koper yang terbatas. Maskapai hanya mengizinkan berat maksimal untuk bagasi hanya 30 kg). Selain itu, juga baru sadar kalo belum print tiket. Akhirnya siang-siang itu terpaksa keluar lagi untuk print tiket dan beli gembok.

Sore, di rumah udah ngumpul adik-adik saya, ibu mertua, adik ipar, dan ponakan-ponakan. Jam 7 malam itu saya pun pamit ke semuanya. Pamitan, selalu jadi momen yang paling mengharukan. Terutama ke my little Shofi yang... (ah, kalo inget itu saya jadi pengen nangis lagi...)
So, jam 7 lewat taksi datang. Saya say goodbye ke semuanya dan malam itu diantar suami dan ibu mertua, saya berangkat ke bandara.

Jumat malam

Belum jam 9 dan kami sudah sampai Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, tempat keberangkatan saya. Saya dan teman-teman naik Emirates, maskapai milik Uni Emirat Arab, yang transit di Dubai (berharap bisa melihat sekilas kota Dubai yang fantastik, meski harus kecewa ga bisa lihat apa-apa dari bandaranya hehehe).

Saya langsung kontak 2 orang rekan yang barengan berangkat ke York, Iskandar (alias Babeh) dan Nugie. Mereka tiba tak lama kemudian. Kami lalu memutuskan untuk check-in dulu (ngasih koper utk bagasi) dan dapat boarding-pass, baru kemudian keluar lagi untuk pamitan.

Sekitar pukul 10-an, akhirnya saya pamit ke suami dan ibu mertua. Masuk lagi ke Gate 1, dan memulai perjalanan bersama rekan seperjuangan. 
(Mulai dari sini, akan sangat baik kalo passport dan boarding pass dipegang saja hingga ke ruang tunggu. Ga perlu dimasukkan ke tas.)

Oke, pertama, ngasih koper buat bagasi dan dapet boarding pass.
Selanjutnya, loket imigrasi. Seharusnya sebentar saja jika saya ga masukin passport dan boarding-pass ke tas -_-"
Kemudian passport akan dicap sama petugas imigrasi.
Next, jalan lumayan jauh ke Gate B-4 (kalo ga salah). Sebelum masuk Gate, petugas akan meminta lagi passport dan boarding pass. Disini juga saya merasa bodoh karena bawa aqua 2 botol yang akhirnya harus disita petugas karena memang tidak diperbolehkan dibawa ke dalam pesawat.

Jadwal keberangkatan pesawat adalah pukul 00.40 WIB. Sekitar pukul 12 tengah malam, para penumpang sudah diminta untuk masuk ke dalam pesawat. Nah, disini tak perlu siapin passport lagi, cukup boarding-pass-nya aja. Ketika masuk ke pintu pesawat, pramugari akan menanyakan kursi (kita harus menunjukkan boarding-pass) agar dia bisa mengarahkan kita harus lewat ke sebelah mana.

Pesawat Emirates yang saya naiki lumayan besar. Satu deret ada 7 kursi (ABC-DEFG-HJK). Masing-masing 3 kursi dekat jendela dan 4 kursi tengah. Saya dapet kursi F. Agak kecewa sebenernya karena pengennya di deket jendela, tapi untungnya bangku sebelah saya (G) kosong, jadi saya 'menguasai' 2 kursi.

Ukuran kursi relatif hampir sama dengan maskapai nasional. Di masing-masing kursi sudah tersedia headset, selimut dan bantal kecil. Di depan masing-masing kursi (ditempel di punggung kursi depan) ada tv dengan ribuan channel plus game.

Biasanya sih favorit penumpang (saya maksudnya :D ) adalah channel film. Tinggal pilih banyak film terbaru, film seri, film anak-anak, film lama juga ada, dari hollywood, bollywood, film-film timur tengah atau eropa juga ada.

Selain itu, ada info tentang perjalanan juga. Di channel informasi tersedia semua info yang kira-kira dibutuhkan penumpang, seperti ketinggian pesawat, jarak tempuh, waktu tempuh, hingga temperatur. Kita juga bisa memilih view/penampakan sisi mana yang ingin kita lihat selama perjalanan. Di bagian-bagian tertentu di luar pesawat dipasang kamera sehingga penumpang bisa melihat langsung kondisinya. Ada yg dipasang tepat dihidung depan pesawat, di roda depan (untuk melihat pemandangan di bawah pesawat), dan di ekor pesawat. Kita bisa memilih view mana yang kita suka. (Ketika take-off dan landing saya lebih suka lihat channel ini. Setelah itu baru nonton film).
Jika ada pengumuman oleh pilot atau pramugari, layar akan langsung freeze. 

Terakhir kali naik pesawat nasional, sebelum pesawat take-off, pramugari akan memeragakan hal-hal terkait keselamatan dalam pesawat. Kali ini, pramugari tinggal berdiri dengan manis di tempatnya masing-masing, dan hal-hal yang perlu diketahui penumpang cukup ditampilkan di layar depan kursi masing-masing. Lebih visual dan informatif (kalo kata saya hehehe).

Ketika pesawat sudah take-off dan pesawat sudah stabil lagi, biasanya pramugari akan membagikan handuk kecil basah. Mereka akan memberikannya 2 kali, setelah take-off dan sebelum landing. Untuk perjalanan Jakarta-Dubai handuk basahnya hangat. Saya menggunakan untuk membasuh wajah, leher, dan tangan. Tak lama pramugari akan mengambil lagi handuk tersebut, jadi jika sudah menggunakan pegang saja atau taruh di tempat yang mudah diambil (jangan dibuang atau disimpan ya :D )

Untuk penerbangan selama 7 jam, saya mendapatkan 2 kali makan. Biasanya akan lengkap, mulai dari appetizers, main course, dan desert, termasuk minuman. Selain itu mereka juga akan menawarkan minuman tambahan berupa teh, kopi, jus, atau air mineral. Ohya, sebelum membagikan makanan, mereka juga membagikan daftar menu yang akan dihidangkan. Hanya bersifat pemberitahuan (jangan bayangkan bisa milih kek di resto ya hehehe...)

Suhu udara selama dipesawat sangat dingin. Meski udah pake pakaian tebal dan jaket, tetep aja kedinginan. Selimut ga terlalu banyak membantu. Makanya saya ga bisa tidur selama perjalanan, meski sudah mencoba beberapa kali. Jadi, mending siapin jaket tebal, kaos kaki tebal, sarung tangan juga boleh. Ohya, bantal kepala juga sangat dianjurkan karena perjalanannya total 18 jam, jadi bawa bantal kepala worthed banget lah (saya ga bawa karena mikirnya ribet dan cuma dipake sebentar. The fact is 18 jam itu ga sebentar sodara-sodara :D )

Keknya tulisannya akan jadi terlalu panjang kalo saya ceritain semua.
Well, segitu dulu ya. Nantikan perjalanan jilid 2 nya ketika saya transit di Dubai dan landed di Manchester :)

Thursday, September 6, 2012

Di Payakumbuh

Alhamdulillah kemarin baru balik dari Payakumbuh setelah lebih kurang satu minggu silaturahim ke mama dan adik di sana. Mumpung lagi libur semester, mama minta saya pulang liburan di kampung. Akhirnya Kamis tanggal 3 Juni kemarin saya pulang kampung.

Berdua saja dengan si kecil Icha, saya naik pesawat pagi jam 7.45 dari bandara Soetta. Sampai di bandara Minangkabau, langsung disambut sama Omanya anak-anak (mama), Bundo (adik mama), Nenek, dan Bunda (adik saya) serta Fatih (anak Bunda). Siang itu kami sempatkan jalan-jalan sebentar keliling Padang, kemudian menikmati pemandangan lembah Anai yang ngangenin, hingga jam 4 sore menapakkan kaki ke rumah yang kurindukan.

Lima hari di kampung, cuma sempat jalan-jalan ke Bukittinggi, silaturahim ke nenek papa (cicitnya anak-anak) di Batu Hampar, ngajak Icha jalan-jalan ke sawah, sungai, papasan sama sapi, kerbau, nangkep capung, liat pohon kelapa berjejer, ya hal-hal sepele sebenernya tapi tidak bisa ditemui di Jakarta. Senang sekali melihat Icha teriak-teriak dan excited sekali melihat 'kampung' uminya.

Pengen jalan ke Harau tapi ga jadi, mungkin kapan-kapan lah. 5 hari di Payakumbuh saya gunakan untuk "malapeh salero" alias wisata kuliner. Menikmati makanan yang hanya bisa saya temui di kampung. Martabak mesir, sate danguang-danguang (ampe singgah 2 kali, hehehe), aie aka, padeh-padeh dan sala lauak, mie rebus khas payakumbuh (beda dong sama mie rebus jakarta), es tebak, dendeng batokok lado ijau, baluik lado ijau, gulai paku (dua terakhir khusus bikinan mama ^_^), rendang paru (bikinan nenek papa), dan lain-lain. Hmmm... pengen lagi...

Memang beda sih, jalan-jalan sendiri (berdua Icha maksudnya), rasanya ada yang kurang. Beda ketika jalan-jalan waktu masih 'bujang' dulu, ga ada beban. Sekarang rasanya kurang kalo jalan-jalan ngga ngajak anak-anak dan abinya anak-anak... hehehe... Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa ngajak semua ke kampung uminya...

Balik ke Jakarta sambil bawa oleh-oleh dari Oma buat cucu-cucunya sampe koper penuh. Alhamdulillah ketemu lagi sama si kembar dan abinya ^_^... Kangen sekali sama kalian...

Demikian liputan liburan di Payakumbuh. Sekian terima kasih...
:)

(sambil deg-degan nungguin keluar IP.. hehe)

Monday, September 3, 2012

Ke IBF bareng si Kembar


Wah, seru deh pokoknya.

Saya, Iffah-Alif, di temani adik saya, Nia, hari Sabtu kemaren jalan-jalan ke Islamic Book Fair. Tadinya rencananya mau sama si Abi, tapi berhubung abinya lagi ke Surabaya, jadinya sama Nia aja. (Soalnya jarang2 saya ada waktu seharian, seringnya sabtu-ahad ada acara, makanya saya sempatkan hari itu menghabiskan waktu bersama si kembar)

Tadinya saya ragu karena jarak yang jauh dan takut mereka bosan. Dengan perjuangan paaaaanjang dan laaaama akhirnya kami sampai juga ke Istora.
Setelah shalat dan makan siang, aku langsung mengajak si kembar ke gundukan buku yang bikin laper mata ( kepengen beli semua ^_^ ). Jalan-jalan, liat sana sini, akhirnya sampai di stand Syamil yang punya segunung buku anak-anak yang di tumpuk sembarangan (kaya' obral baju gitu). Harganya lima ribu rupiah saja perbuku.
Langsung saja saya ajak mereka memilih sendiri buku yang mereka mau.
"Ambil sayang, Alif mau yang mana?"
"Kalo kaka Iffah mau yang mana?"
"Yang ini udah sayang, ambil lagi yang lain."
(wah, kaya'nya yang semangat saya ya? hehehe... ^_^ )

Seneng banget mereka memilih buku yang full-colour dengan gambar2 lucu. Ada buku cerita si lebah won-won, ada kisah nabi, ashabul kahfi, tentang Rasulullah saw, wah, macem-macem...
Setelah terkumpul 10 buku, saya ajak mereka bayar ke kasir.

Sambil menggandeng keduanya saya terus ke lantai 2, tempat kaset-kaset dan baju/jilbab. kebetulan ada acara memasak bersama Rudi Choiruddin dan Teh Rina Gunawan.

Oya, salah satu tips memasak oleh Rudi : Sebaiknya yang memasak harus si ibu (jangan pembantu). Pembantu boleh membantu bagian cuci-potong dan persiapan. Bagian "kompor"  dan bumbu, itu bagian ibu, supaya ibu bisa menambahkan bumbu "cinta" dan "doa" di dalam masakannya. Nice tips! ;-)

Kebetulan ruangan yang dipakai luas sekali, beralas karpet tebal, dan kursi penonton hanya beberapa baris di bagian depan, jadi saya bisa selonjoran bersama si kembar di belakang (ruangannya juga adem, ada ACnya). Iffah langsung mengeluarkan semua buku yang baru saya dia beli dan ditenteng dari tadi, kemudian di jejer (ga tau maksudnya apa).

Kalo Alif, ga bisa ngeliat 'tanah lapang' langsung berlari keliling2. Tak lama kemudian udah kejar-kejaran sama iffah sambil ketawa-ketawa.
Senang sekali melihat wajah gembiranya.

Setelah acara usai, kamipun keluar dan langsung menjumpai stand jilbab "Nun" Bandung. Saya tanya jilbab untuk anak2, dan dikeluarkanlah jilbab model "mawar" berwarna pink. Waktu saya pakein ke Alif, subhanallah, Alif terlihat cantik sekali. Saya tanya harganya... (duh mahal juga, tapi membayangkan cantiknya si kembarku dengan jilbab itu, saya 'menyerah' ^_^)

Akhirnya saya turun setelah membeli 2 buah jilbab dan dua buah boneka (yang juga mahal -menurut saya-, tapi sekali lagi saya 'menyerah') karena masing2 udah gendong satu, warna biru untuk Iffah dan -tentu saja- merah untuk Alif (dia suka sekali merah).

Setelah shalat Ashar, kami pun pulang naik busway, trus kopaja, trus angkot (lengkap dah...)
Dari gerbang komplek sampai rumah dua-duanya di gendong, keliatannya dah capeeek banget...

Selesai mandi, dan makan, saya pikir mereka akan langsung tidur karena udah capek. Ternyata tidak saudara-saudara... Dua-duanya sibuk memamerkan buku-buku barunya, juga boneka dan jilbabnya ke kaka Nur dan si Mbak (khadimat kami) juga si dede. Buku-bukunya di susun jejeran trus diinjek-injek sambil jalan bolak-balik, sambil nyanyi "Naik keyeta api, tut..tut...tuuuut.. ciapa ida tuyuuuutt... ke badung... cuyabaya..." hehehe... ^_^

Jam 9 lewat, akhirnya tidur.

(dan salah satu buku udah jadi berlembar-lembar keesokan harinya ^_^ )