Showing posts with label Enterpreneur. Show all posts
Showing posts with label Enterpreneur. Show all posts

Wednesday, May 20, 2015

Shofiya Shop

Ramadhan menjelang...

Dalam hitungan hari kita akan bertemu kembali dengan bulan yang penuh berkah. Bulan yang senantiasa ditunggu-tunggu hamba shalih yang berharap mendulang pahala di bulan yang luar biasa ini.

Tak hendak membahas keistimewaan Ramadhan kali ini. Hanya saja, tahun ini kami (saya dan suami) berikhtiar untuk meraih berkah Ramadhan (salah satunya) dalam bentuk menjemput rejeki melalui pintu dagang. Kebetulan beberapa hari yang lalu teman si abi menawarkan produknya berupa mukena katun jepang yang diproduksinya sendiri (maksudnya oleh istrinya). Suami kemudian menawari saya, dan bismillah, kami mencoba peruntungan.

Saya pun membuat blog jualan supaya customer bisa pilah-pilih warna dan motif.
Untuk nama, saya pilih nama krucil terakhir, Shofiyah. Kayaknya enak dengernya kalo disandingkan dengan kata "shop" hehehe. Jadilah kami setuju dengan nama "Shofiya Shop" untuk toko online ini.

Shofiya Shop menjual mukena katun jepang homemade berkualitas.
Bahan katun jepang memang bagus, adem dan nyaman, tidak panas cocok dengan cuaca Indonesia.
Warna dan motif juga beragam dan semuanya cantik-cantik ^_^
Tak hanya menjual mukena dewasa, kami juga menjual mukena untuk anak-anak ukuran S hingga L (usia 4 hingga 11 tahun)

Monggo...
Untuk info detail, silakan berkunjung ke blog kami di www.shofiyashop.blogspot.com

Berikut beberapa warna dan motif yang tersedia



Tuesday, December 10, 2013

Flanel itu menyihirku


Tau ga, kenapa saya pengen banget nulis kali ini? Karena benda bernama kain "Flanel" ini. Kadang orang-orang menyebutkan kain felt.

Entah sejak kapan, saya begitu tergila-gila sama kain ini. Tapi saya memang suka membuat sesuatu (baca: prakarya) dengan tangan. Paling seneng pas pelajaran keterampilan, apapun itu bentuknya, entah yang dari kertas, kain-benang, apapun.

Sampai suatu kali saya menemukan kain flanel ini. Lucu banget kelihatannya, bisa dibikin apa saja. Mulai dari gantungan kunci yang kecil sampai boneka yang cukup besar. Saya langsung hunting perlengkapan flanel ke tempat-tempat grosiran dan membeli bermeter-meter kain plus berwarna-warni benang, jarum, dan kelengkapan lain.

Ketika sedang kecanduan jahit flanel itu, saya pernah membawa peralatan flanel saya ke kantor. Saat tiba waktunya istirahat, maka saya langsung mengeluarkan prakarya saya. Meja kantorpun penuh dengan tumpukan guntingan flanel lengkap dengan benang dan jarumnya. Saya masih ingat ketika itu membuat gantungan pintu dengan nama, untuk anak-anak saya tentunya. Tak disangka, teman-teman juga pengen pesan. Akhirnya saya pun harus rela membuatkan pesanan mereka.

Hobi ini agak terhenti ketika saya memutuskan kuliah lagi. Ketika itu, selain karena sibuk kuliah, saya teralihkan dengan prakarya baru, bros akrilik/manik-manik. Saya sempat bikin ratusan bros akrilik dan manik-manik, dan sempat dijual juga. Meski tak sepadan dengan kerjanya, tapi cukup puas membuat begitu banyak bros ketika itu. Namanya hobi, memang hanya mencari kepuasan batin saja. Laba, adalah hal yang kesekian.

Sekarang ketika sudah ngantor lagi (dan mulai bosan dengan bros ^_^ hehehe), saya CLBK lagi sama si flanel ini. Dalam sebuah kesempatan saya browsing flanel dan menemukan blog seorang ibu yang menggeluti bisnis flanel yang kemudian menginspirasi saya. Nama blognya nupinupi.com. Sebuah tulisannya menghapus kegalauan saya tentang bisnis flanel. Bisnis yang berdasarkan hobi, bukan produk massal. Saya menjadi lebih serius sekarang, karena setelah saya pikir-pikir lagi, sepertinya passion saya ada di si flanel ini. Mulai membicarakan hal-hal yang serius dengan suami, seperti masalah modal (baik uang maupun barang), rekrutmen karyawan, dimana akan bikin 'bengkel' flanel untuk produksi, membuat toko offline dan online, dan lain-lain. Meskipun demikian, rencana tak semudah bermimpi. Tapi saya tetap semangat.

Ngomong-ngomong soal passion, dari dulu saya terus mencari, dimana passion saya. Saya suka mengerjakan apa? Saya senang saat apa? Rene Suhardono bilang (dalam bukunya "Your Job is not Your Career"), passion itu: it is (not) what you're good at. It is what you enjoy the most! Saya selalu berbinar tiap kali melihat sesuatu yang berhubungan dengan flanel.

Beberapa minggu terakhir saya menyempatkan untuk hunting gambar yang berkaitan dengan flanel, felt, craft, dll. Dan saya merasa enjoy banget melihat gambar-gambar itu :) Mungkin ini memang passion saya.

Impian saya untuk flanel ini, saya pengen someday punya toko flanel offline dan online yang menjual kaos flanel (pesanan dengan nama), gantungan pintu (pesanan dengan nama), perlengkapan edukasi dan mainan untuk anak, juga pernak-pernik flanel lainnya. Pertama mungkin akan fokus di beberapa jenis barang saja. Dengan desain yang unik, semoga produk-produk saya bisa laku dan mendatangkan keuntungan.

Pertama, saya akan bikin desain awal sebanyak-banyaknya, produk-produk 'dummy'. Kemudian beli bahan-bahan baku di tempat termurah. Selanjutnya mencari karyawan. Tantangan terbesar adalah yang terakhir. Untuk produk homemade, kualitas produk sangat ditentukan oleh pembuat. Mungkin saya bisa menjamin kualitas produk-produk saya jika saya yang membuat sendiri produk-produknya. Tapi ngga mungkin kan membuat sekian banyak barang (apalagi dengan konsep job order alias pesanan) dalam jangka waktu sangat terbatas. Saya harus mencari rekan kerja. Semoga saya segera menemukan crafter yang rapi jahitannya dan cepat dalam bekerja. Sebenarnya saya pengen memberdayakan ibu-ibu rumah tangga dekat rumah yang masih punya waktu luang untuk nyari-nyari tambahan penghasilan. Selain menjalin hubungan silaturahim, berbagi rejeki, juga dalam rangka da'wah (siapa tau mereka mau saya ajak ngaji juga).

Oke, itu (salah satu) mimpi saya yang sekarang sedang menggebu. Saya ingin mengikatnya dengan menuliskannya. Semoga suatu hari, di blog ini, saya bisa bercerita tentang progress mimpi saya yang ini. Aaaaamiiiiin....


Thursday, September 6, 2012

Tentang Menjadi Enterpreneur...

Mbahas yang ringan-ringan ajah ya...
Tentang enterpreneurship?

Menjadi seorang enterpreneur adalah impian saya. Punya usaha yang terus berkembang, mempekerjakan orang-orang, mengurangi kemiskinan, banyak sedekah, dan tentu saja punya uang banyak sehingga tak perlu 'mikir' lagi kalo mau nyekolahin anak ke sekolah yang bagus, pengen naik haji, meng-haji-kan orang tua dan mertua, mbantu orang lain....dan seterusnya (ga bakalan abis deh...)

Udah pernah nyoba usaha kecil-kecilan (bener-bener kecil lho!!). Memang berkah juga punya tangan yang ga bisa diem. Duluuuu banget waktu masih kuliah, ya sebagaimana kebanyakan anak STAN lainnya, saya ngajar privat yang penghasilannya lumayan lah. Suatu hari saya liat kertas daur ulang di Gramedia (tempat biasa nongkrong hehehe...) yang kemudian saya beli dari uang hasil ngajar untuk bikin pigura foto, untuk kemudian dijual di Payakumbuh (nitip di toko orang). Namun ga balik modal, soalnya bikinnya pas libur dan malah ga sempet dijual, malah di pake sendiri... Lupa juga, bahan-bahannya sekarang ada dimana ya? Hmmm...

Setelah menikah, beberapa tahun vakum dari dunia per-enterpreneur-an. Setelah punya anak 3 dan di kantor (waktu itu) ada jam-jam istirahat (sambil nunggu jadwal online njawab telepon di call center), maka otakpun mulai bekerja. Lupa awalnya dari jualan apa. Pernah jualan pulsa, jualan cemilan (yang ini lumayan laku juga, tapi kedua usaha ini kemudian ga jalan lagi karena untungnya sangat kecil...hehehe...). Trus berlanjut ke sulam jilbab, bikin gantungan pintu dari kain flanel, jualan mukena-sajadah, pernah juga jual VCD anak muslim dari NCR (tupi-pingping, Nadya-Syamil, dkk). Oiya, pernah juga ikut pelatihan dan jadi agennya buku-buku Syamil yang "Muhammad Teladanku, dkk" tapi yang ini cuma berhasil nyari satu pembeli... hehehe...

Sekarang lagi konsentrasi (taela..) sama usaha bikin bros. Ini juga gara-gara temen seruangan jual bros model begini dan saya langsung suka. Kemudian beli satu bros untuk dipreteli dan dipasang lagi -mengikuti alur pretelan tadi. Sekarang saya udah bikin ratusan bros dan alhamdulillah udah balik modal. Pemasaran pake channel mama, adik, suami, sodara-sodara, semua yang mau dah. Ami, adik saya yang kedua punya toko muslim, jadi naruh disana beberapa puluh. Selebihnya jual door-to-door ke temen-temen mama di rumah sakit, temen-temen dan dosen-dosen adik bungsu saya yang masih kuliah (alhamdulillah dia mau 'jalan' dan hasilnya lumayan, ternyata dia punya bakat marketing juga), dan ibu-ibu temen suami di kantor yang ternyata juga berminat dengan  bros-bros buatan saya. Alhamdulillah...

Tadinya pengen punya toko sendiri, setelah diskusi sama suami, kaya'nya saya fokus di produksi aja dulu kali ya. Terus terang saya ga punya bakat marketing. Jadi konsentrasi produksi aja. Mungkin nanti sistemnya berdasarkan pemesanan aja. Jualan di internet, di temen-temen luar kota, jalan ke toko-toko busana muslim sambil ninggalin nomor telepon, sempet kepikiran juga mau ng-iklan di majalah Ummi, misalnya. Hehehe... namanya juga mimpi, harus diwujudkan, ya ngga?

Bros yang saya bikin harganya relatif murah. Dari yang 5000-an sampe paling tinggi 30rb. Sebenernya pengen bikin yang 'bagus-an' yang harganya diatas 100rb, tapi mau hunting dulu sambil cari-cari info di internet dan toko buku. Pengen bikin brand alias merek. Iffah Collection? Alif Collection? Raisha Collection? Anin Collection? Bagus yang mana nih...?

Selain bros, saya juga lagi melirik kaos anak-anak yang ada jahitan kain flanelnya. Berhubung stok kain flanel saya banyak banget, jadi gantungan pintu flanelnya di-diversifikasi ke kaos flanel. Mungkin bisa bikin gantungan kunci juga kali ya... hmmm...

Well, semua ini sih sebenernya proyek saya selama kuliah. Entah dua tahun lagi setelah masuk kerja lagi proyek ini bisa lanjut apa engga... Harus bisa lah ya! Optimis! Semangat!

Saya sih tetep pengen jadi PNS yang enterpreneur!

Bagaimana dengan Anda? ;-)